MASYARAKAT TOLAK PT. MIK, PEMERINTAH DAERAH TUTUP MATA

MASYARAKAT TOLAK PT. MIK, PEMERINTAH DAERAH TUTUP MATA

Basmilamteng.com, Sumatra Utara – Pemerintah Kabupaten Taput tampaknya tutup mata atas perselisihan antara masyarakat yang ada di Desa Sipultak, Kecamatan Pagaran. Pasalnya, masyarakat setempat menolak dengan beroperasinya PT. MIK di wilayah setempat, dimana masyarakat merasa tidak adanya sosialisasi, baik dari pihak perusahaan maupun pihak Pemkab setampat.

Dimana masyarakat di wilayah sekitar perusahaan, merasa adanya kong kalikong antara pihak perusahaan dengan Pemkab Taput, terkait perizinan Amdal, UPL, dan UKL. Bahkan masyarakat merasa pihak perusahaan tidak pernah memberikan kontribusi atau bantuan sosial kepada masyarakat di wilayah sekitar.

Menurut salah satu tokoh masyarakat setempat, Enrico Nababan mengungkapkan bahwa pada tahun 2018 lalu, operasi PT. MIK sempat di hentikan oleh Plt. Bupati Taput, Mauliate Simorangkir karena di anggap operasi perusahaan itu, mengangkangi aturan dan mengakibatkan limbah produksi perusahaan telah mencemari lingkungan sekitar.

“Tapi kami mendapat informasi bahwa PT. MIK kembali beroperasi, dan mengantongi izin dari Bupati terpilih, Nikson Nababan,” ujar Enrico, Jum’at (30/07/21).

Enrico bersama masyarakat setempat, merasa menyayangkan atas sikap sepihak yang di ambil oleh Bupati, tanpa melibatkan, atau hal itu tidak di musyawarahkan bersama masyarakat, yang notabene berada dan merasakan dampak dari limbah perusahaan tersebut. Bahkan saat ini akibat limbah perusahaan itu, lingkungan dan pencemaran sumber air masyarakat tidak layak untuk di gunakan.

“Hal itulah yang membuat kami, khususnya masyarakat di desa sipultak, akan membawa persoalan ini ke tingkat Provinsi, karena kami menganggap Pemkab Taput tampak tidak perduli atas persoalan ini. Dimana seharusnya Pemkab dapat mengundang kami perwakilan masyarakat untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan ini,” keluh Enrico. (Red*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *