Bobol Warung Nenek Painem, Pria Ini Dibekuk Polisi

TULANG BAWANG – Polsek Dente Teladas berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) yang terjadi di sebuah warung di Kampung Mahabang, medio Agustus 2019 lalu.
Kapolsek Dente Teladas AKP. Rohmadi, S.H, mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP. Syaiful Wahyudi, S.I.K, M.H, mengatakan, pelaku ditangkap atas laporan korban Sri Painem (75), warga kampung setempat.
“Laporan Ibu Sri Painem ini tertuang dalam Laporan Polisi Nomor: LP/112/VIII/2019/Polda Lpg/Res Tuba/Sek Dente Teladas, tanggal 31 Agustus 2019. Korban mengalami kerugian berupa uang tunai Rp. 1,2 juta dan rokok berbagai merek. Semua kerugiannya ditaksir mencapai Rp. 12 Juta,” ujar AKP. Rohmadi.
Diungkapkan Kapolsek, korban Sri Painem baru mengetahui kalau warung miliknya telah dibobol, saat Muinem (50), anak kandung korban, menghubungi via ponsel, pada Sabtu (31/08/2019), sekira pukul 05.00 WIB, saat korban sedang berbelanja di pasar.
Mendapatkan informasi tersebut, imbuh Kapolsek, korban langsung pulang dan melihat isi warungnya. Ternyata selain uang tunai Rp. 1,2 juta yang disimpan di dalam warung, korban juga kehilangan puluhan pak rokok berbagai merek. Sementara, pelaku diduga masuk ke dalam warung melalui pintu belakang dengan cara dicongkel.
“Berbekal laporan dari korban, petugas kami langsung melakukan penyelidikan untuk mencari tahu siapa pelakunya. Berkat keuletan dan kegigihan petugas di lapangan, akhirnya Kamis (12/09/2019), sekira pukul 01.00 WIB, di Dusun 2, Kampung Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, pelaku berinisial PI (31), berhasil ditangkap. Pelaku ini merupakan warga Jalan Lintas Timur, Lingkungan Bugis, Kelurahan Menggala Kota, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang,” ungkap AKP. Rohmadi.
Dari tangan pelaku, Polisi berhasil menyita barang bukti ratusan rokok di dalam kemasan, yang diduga belum sempat dijual oleh pelaku.
“Pelaku saat ini ditahan di Mapolsek Dente Teladas, dan terancam dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 ke 3 dan ke 5 KUHPidana. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun,” pandas Kapolsek. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *